Mendengar kata kafein, terbayang dalam benak seseorang akan kehangatan dan keharuman secangkir kopi pada pagi hari. Bagi sebagian orang, kopi bukan sekadar minuman biasa, tapi juga pendongkrak mood dan penjaga stamina ketika harus bekerja lembur. Kandungan dalam kopi, yakni kafein, diyakini mampu menjaga stamina.
Namun bagi Anda yang mempunyai hobi mengkonsumsi kafein sebaiknya jangan sembarangan, batasi konsumsinya. Jika tidak, nyawa Anda bisa melayang tiba-tiba. Mengkonsumsi kafein dalam jumlah tinggi dapat menimbulkan kematian mendadak. Tapi stimulan datam kafein ini sering diremehkan banyak orang.
Saat ini tanpa disadari banyak orang yang cenderung mengkonsumsi kafein diluar batas. Pemicunya adalah semakin banyaknya kafein yang ditambahkan pada makanan dan minuman, obat-obatan, serta perlengkapan mandi yang dijual bebas di pasar. Kafein dalam minuman pembangkit energi itu bisa membuat seseorang lebih tenang, seperti alkohol, sehingga mendorong orang minum lebih banyak. Ironisnya, tak sedikit orang yang tak menyadari telah mengkonsumsi kafein melebihi batas. Hal ini sangat berisiko, mengingat terlalu banyak mengkonsumsi kafein sama bahayanya dengan seseorang yang kecanduan alkohol dan rokok.
Yang lebih mengkhawatirkan lagi adalah kafein banyak juga ditemui pada makanan dan minuman yang dikonsumsi untuk anak-anak serta remaja. Ada bukti bahwa anak-anak yang meminum kafein lebih mungkin menggunakan alkohol dan obat-obatan serta merokok saat dewasa.
Lantas berapa batasan yang baik kafein yang boleh dikonsumsi? Menurut badan standar makanan di Amerika, tidak ada batasan harian yang pasti, mengingat setiap orang memiliki toleransi yang berbeda bergantung pada sejumlah faktor, seperti usia dan berat badan. Namun, sebuah studi dari lembaga kesehatan di Kanada menyebut, mengkonsumsi kafein hingga 400 miligram dalam sehari masih bisa ditoleransi. Sebab, tidak akan timbul dampak negatif, seperti kecemasan dan masalah jantung. Namun wanita hamil disarankan agar mengkonsumsi tidak lebih dari 200 miligram kafein sehari, karena dapat berdampak buruk terhadap janin dan kelahiran sang bayi. Sementara itu, anak-anak sebaik-nya tidak mengkonsumsi lebih dari 75 miligram kafein sehari.
Berikut ini beberapa produk yang mengandung kafein :
• Kopi
• Teh
• Minuman bersoda
• Minuman penambah energi
• Minuman kemasan
• Cookies
• Permen karet
• Susu dengan tambahan rasa
• Yoghurt
• Obat flu
• Pil penurun berat badan
• Produk kosmetik
• Sabun
• Stocking pelangsing badan
Perhatikan Jumlah kafein dalam setiap produk dibawah ini :
• Satu cangkir kopi instan: 100 mg
• Satu cangkir kopi saring: 140 mg
• Satu cangkir teh: 75 mg
• Satu kaleng cola: 40 mg
• Satu kaleng minuman pembangkit energi: 80 mg
• 150 gram/1 bar dark chocolate: sekitar 50 mg
• 150 gram/1 bar coketat susu: sekitar 25 mg

0 komentar:
Posting Komentar