Senin, 14 Desember 2015

Pemanis Alami vs Pemanis Buatan

Tak sedikit orang yang menghindari gula atau pemanis alami lamaran tinggi kalori dan menyebabkan berat badan naik. Orang pun mulai beralih menggunkan pemanis buatan lantaran rendah kalori.  

Namun siapa sangka, di balik embel-embel lebih sehat itu, ternyata pemanis buatan juga menyimpan petaka, terutama bagi kaum wanita, yang selalu menjaga penampilan. Pemanis buatan ternyata menjadi penyebab naiknya berat badan. Hal itu terungkap dari hasil penelitian yang dilakukan American Heart Association dan American Diabetes Association

Pemanis Alami vs Pemanis Buatan
Penelitian itu menyebutkan mengganti gula alami dengan pemanis bukan jaminan menjaga tubuh seseorang lebih langsing. Penggunaan pemanis buatan justru membuat upaya penurunan berat badan menjadi lebih sulit. Juga dapat mengakibatkan risiko penyakit tertentu. Pemanis buatan, seperti Splenda, Nutrasweet, dan Truvia, yang kerap digunakan untuk menurunkan berat badan sebenarnya justru menyebabkan mereka lebih berat dari sebelumnya, kata peneliti dari Stanford University di Palo Alto, Califorrnia, Christopher Gardner.

Hal senada disampaikan Erin Green dan Claire Murphy dari University of California, San Diego, dan San Diego State University. Pernanis buatan yang bebas gula dan rendah kalori, seperti sakarin, aspartam, siklamat, dan sucralose, justru meningkatkan hasrat makan berlebih dengan cara membingungkan kerja otak.

Mereka menguji 24 responden usia dewasa dengan pemindaian otak. Separuh responden secara teratur mengkonsumsi soda diet sekali sehari. Setengah lainnya jarang atau tidak pernah mengkonsumsi minuman itu. Peneliti memasukkan sedkit air pemanis sakarin atau gula (sukrosa) secara acak ke mulut responden saat pemindaian otak. 

Hasilnya, otak mereka yang minum soda diet tidak dapat mengatur asupan energi yang masuk, sehingga membuat mereka terus mengkonsumsi makanan hingga melampaui ambang kenyang. Inilah yang berkontribusi terhadap kenaikan berat badan. Temuan ini menguatkan kesimpulan dari penelitian sebelumnya pada hewan. Tikus yang diberi suplemen sakarin secara signifikan mengalami pertambahan berat badan dan lemak tubuh yang lebih banyak dibandingkan dengan kelompok kontrol yang hanya diberi glukosa. 

Hal berbeda disampaikan dokter gizi Samuel Oetoro. Menurut dia, tidak ada pemanis buatan yang membuat berat badan semakin naik. 'Pernanis buatan itu kan rendah kalori, jadi mana bisa menaikkan berat badan. Hal senada dikatakan ahli gizi masyarakat dari Institut Pertanian Bogor, Eddy Setyo Mudjajanto. Ia mengatakan penggunaan pemanis buatan sebenarnya untuk mengurangi energi yang dikonsumsi. 'Pemanis buatan sebenarnya untuk mengganti pemanis alami karena memang dibuat dengan pemanis yang sedikit. Tapi sebenarnya untuk orang yang diet, pemanis jenis apa pun tidak dianjurkan', kata-nya.

Lokasi: Indonesia

0 komentar:

Posting Komentar