Siapa yang tak kenal buah durian? buah dengan kulit berduri dan daging yang lembut, bagi sebagian orang merupakan buah dari surga. Rasanya yang manis, legit, dan sedikit pahit memberi sensasi tersendiri di mulut dan kerongkongan.
Durian juga berbahaya bagi kesehatan. Misalnya, kandungan gulanya yang tinggi, pemicu tingginya panas tubuh, penyebab tingginya kadar kolesterol, kandungan gasnya yang tinggi, dan sederet penyakit yang ditimbulkan, seperti asam urat, diabetes, tekanan darah tinggi, dan diare, turut jadi mitos seputar durian.
Namun tidak semua anggapan itu benar. Maka para pecinta durian bisa tersenyum lega. Durian sebenarnya mengandung nutrisi yang sangat baik bagi tubuh layaknya buah-buahan lain, diantaranya vitamin C, Vitamin A, serat, karbohidrat, gula, fosfor, kalium, dan asam lemak, Tetap ada zat gizi yang bermanfaat. Jadi orang tetap bisa mengambil manfaat yang komprehensif selagi ia masih belum punya risiko penyakit tertentu.
Di balik segudang manfaat itu, buah tropis yang berasal dari kawasan Asia Tenggara ini memang tak lepas dari beberapa risiko. Misalnya, kandungan lemaknya memicu tingginya kadar kolesterol dan membuat perut kembung karena kandungan gasnya yang tinggi. Namun, semua itu bergantung pada sensitivitas tubuh tiap-tiap orang saat bereaksi terhadap zat tertertu. Segelintir orang memang sensitif kalau makan durian, tapi sebagian besar orang tidak. Jadi jangan disalahkan buahnya, tubuhnya yang tidak cocok.
Durian cenderung berisiko bagi mereka yang telah memiliki masalah lambung dan pencernaan. Di satu sisi memang durian bisa mengganggu pencernaan, tapi bukan berarti durian bermasalah bagi setiap orang yang mengkonsumsinya.
Durian memang bisa memicu nyeri lambung karena mengandung gas, dan juga bisa menyebabkan diare jika dikonsumsi berlebihan. Maka mereka yang memiliki riwayat penyakit lambung sebaiknya mengurangi atau membatasi konsumsi durian. Tidak hanya untuk durian, tapi segala makanan yang mengandung gas berlebih, seperti kol, sawi, atau nangka.
Selain itu, durian sebaiknya dibatasi atau dihindari oleh mereka yang mengidap diabetes, asam urat, dan tekanan darah tinggi. Batas toleransi untuk jumlah konsumsi durian sebaiknya tak lebih dari 2-3 biji per hari.
Itu cukup dan masih ada rasa nikmat di sana. Tapi, kalau sudah makan 10 biji, rasa nikmat itu sudah hilang dan malah tidak baik untuk keseimbangan gizi dalam tubuh.
Hal lain yang harus diperhatikan saat mengkonsumsi durian adalah makanan pendampingnya. Pasalnya, salah mengkombinasikan durian dengan menu tertentu akan berbahaya bagi kesehatan.
Bagi penderita sakit maag, jangan sekali-kali memadukan durian dengan ketan, kafein, dan soda. Ketan sulit dicerna di lambung, kafein merangsang asam lambung meningkat dan jantung berdebar serta tekanan darah naik.

0 komentar:
Posting Komentar